Pendahuluan
Ratusan tahun bangsa ini telah dijajah. Bahkan ketika kemerdekaan dikumandangkan, yang terjadi hanyalah kemerdekaan secara politik belaka. Perjuangan membangun bangsa yang merdeka sepenuhnya runtuh ketika Rezim Soeharto naik ke panggung kekuasaan. Hingga kini penjajahan tersebut masih terus berlangsung. Yang berubah hanyalah model penjajahannya.
Kondisi tersebut mengakibatkan munculnya berbagai macam persoalan. Mulai dari masalah penanganan bencana alam yang kacau, pelanggaran HAM, biaya pendidikan yang mahal, dikuasainya asset-aset bangsa oleh modal internasional hingga peraturan perundang-undangan yang memihak kepada para pemilik modal dan menindas para pekerja.
Berbagai masalah tersebut berpangkal pada akar yang sama. Penjajahan oleh modal internasional yang sekarang mengambil konsepsi neoliberalisme. Pada pemerintahan era Soeharto, bibit neoliberalime mulai muncul. Krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia pada 1998 akibat penarikan besar-besaran modal asing menunjukan kerapuhan perekonomian di negeri ini. Pasca reformasi yang gagal tersebut modal internasional menjarah perekonomian nasional dengan alat neoliberalisme.
Cengkraman neoliberalime ditunjukan dengan; liberalisasi pasar, privatisasi, pencabutan subsidi, penguasaan sumber daya, penarikan investasi asing untuk berkuasa atas aset-aset nasional, hingga pegajuan hutang luar negari yang digunakan untuk modal bagi segelintir orang. Disamping itu tanggung jawab pemerintah terhadap kehidupan dan kesejahteraan warga negaranya semakin lama semakin dihilangkan, akibatnya tidak ada perlindungan atas hak-hak warga negara.
Penjajahan tersebut bukannya berjalan begitu saja tanpa perlawanan. Memang harus diakui bahwa mahasiswa sebelum 1998 menjadi pendorong awal bagi perlawanan tersebut. Perlawanan tersebut hingga kini harus terus berkembang dengan melibatkan sektor dan kelas yang lain.
People Go To Campus dimaknai sebuah ruang publik yang memfasilitasi mahasiswa pada khususnya dan generasi muda pada umumnya untuk membuka mata dan memahami persoalan-persoalan yang begitu kompleks terjadi di negeri ini. Gagasan ini kemudian diturunkan menjadi sebuah acara roadshow kampanye anti-neoliberalime dari kampus ke kampus.
Dasar Pemikiran
- Neoliberalisme adalah aliran politik ekonomi yang muncul setelah Perang Dunia I, ditandai dengan tekanan berat pada segi positif ekonomi pasar bebas, disertai dengan usaha menekan campur tangan pemerintah dan konsentrasi kekuasaan swasta terhadap perekonomian.
- People Go to Campus (PGTC) merupakan program yang dilaksanakan secara kolektif antara berbagai organisasi dan individu untuk membahas dan mengampanyekan persoalan-persoalan mendasar yang dihadapi rakyat Indonesia dewasa ini.
Maksud dan Tujuan
Adapun maksud kegiatan People Go to Campus sebagai berikut:
- Mengampanyekan antineoliberalisme pada mahasiswa dan generasi muda pada umumnya serta sektor masyarakat sipil lainnya (buruh, tani, kaum miskin dsb).
- Membangun komunikasi antarsektor masyarakat sipil.
Sementara, tujuan kegiatan People Go to Campus sebagai berikut:
Mengetahui bagaimana sistem neoliberalisme bekerja, kaitannya dengan berbagai persoalan kemiskinan dan kemanusiaan di Indonesia serta bagaimana bentuk resistensinya.
Tema
People Go to Campus akan mengangkat tema umum yaitu “Anti Neoliberalism on Campus”. Fokus dari tema umum tersebut terbagi menjadi dua bagian besar, bagian tersebut adalah :
- Neoliberalisme Sebagai Masalah
- Definisi Neoliberalisme
- Mekanisme Gerak Neoliberalisme
- Dampak Neoliberalisme
- Perlawanan Terhadap Neoliberalisme
- Tendensi Perlawanan Terhadap Neoliberalisme
- Model Perlawanan terhadap Neoliberalisme, baik struktural maupun kultural.
Pada masing-masing kampus dimungkinkan adanya tema turunan dari tema umum “Anti Neoliberalism on Campus”. Tema turunan tersebut disesuaikan dengan persoalan sosial, ekonomi dan politik di masing-masing kampus dan daerah tempat diselenggarakannya PGTC.
Waktu dan Tempat Kegiatan
People Go to Campus akan dilaksanakan di kampus-kampus perguruan tinggi di Indonesia dengan cara roadshow mulai pada November 2007.
Bentuk Kegiatan
Pelaksanaan People Go to Campus akan berupa rangkaian acara yang mengkampanyekan anti neoliberalisme antara lain,
- Diskusi Publik
- Talkshow
- Pemutaran Film
- Pameran Foto
- Pameran Karikatur
- Pementasan Teater
- Musik Rakyat
- Pembacaan Puisi
- Orasi Kemanusiaan
- Bursa Buku Murah
- Expo Organisasi
Panitia
People Go to Campus dikerjakan oleh dua kepanitiaan, yakni panitia nasional dan panitia lokal. Panitia Nasional terdiri dari: Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP), Rumah Kiri, Perhimpunan Muda, Jaringan Gerakan Mahasiswa (JGM), Apokalips, Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Komunitas Rakyat Proletar (KRP) dan Ultimus. Panitia Lokal terdiri dari mahasiswa, organisasi-organisasi sektor masyarat sipil, dan individu.
Partisipan
Partisipan kegiatan People Go to Campus adalah mahasiswa, berbagai sektor masyarakat sipil dan masyarakat umum.
Dukungan Kegiatan
Siapapun—individu maupun organisasi—dapat memberikan dukungan langsung maupun tidak langsung terhadap People Go to Campus. Pemberian dukungan berupa saran dan masukan dapat disampaikan melalui alamat email: peoplegotocampus@yahoo.co.id
Pemberian dukungan keuangan (dana kegiatan), dapat disampaikan melalui salah satu nomor rekening di bawah ini:
Bank BCA
Kantor Cabang Utama (KCU) Dago
No. Rekening : 7770635165
Atas Nama : Sadikin
Swift Code : CENAIDJA
Bank BNI
Kantor Cabang Pembantu (KCP) Unpad
No. Rekening : 0101659345
Atas Nama : Dondick Wicaksono/Sadikin
Swift Code : BNI NI IDJUPB
Pertanggungjawaban
Pertanggungjawaban keuangan People Go to Campus akan dipublikasikan dengan ataupun tanpa identitas penyumbang sesuai dengan keinginan masing-masing penyumbang.
Penutup
Demikianlah proposal ini dibuat dengan harapan akan mendapatkan dukungan semua pihak demi tercapainya perluasan wacana, pembentukan kesadaran akan persoalan yang ditimbulkan oleh neoliberalisme di Indonesia serta tentu, meluasnya perlawanan terhadap neoliberalisme. Atas perhatian dan kerjasamanya kami mengucapkan terima kasih.
Sekretariat Panitia Nasional PGTC
d/a Toko Buku Ultimus Bandung
Jalan Lengkong Besar no.127 Bandung
Tlp. 022-4237060/ SDK: 081573218225