halo teman-teman semuanya,,,,sudah lama saya tidak pernah menulis blog lagi. banyak permintaan dari teman-teman semua untuk memperbaharui blog saya ini dengan berbagai tulisan yang bisa saya tulis…
kan katanya bebas nih…. gak harus ngebahas masalah pribadi lagi donk…. yang tulisan pertama itu sebenarnya adalah media propaganda saya buat “Sang Idola” dari “sang penggemar”.
sebenarnya dalam kesempatan ini saya ingin sekali membahas masalah media massa. Pasti ada pertanyaan mengenai tema saya kali ini. saya ingin membahas masalah ini karena saat ini saya menganggap Media Massa lah yang paling dekat dengan kita dan Media Massalah yang paling mempengaruhi pemikiran masyarakat Indonesia saat ini.
Televisi, Koran dan Radio, adalah sumber informasi mengenai segala sesuatu yang terjadi. seperti bencana, budaya, politik, hukum dsb… Media lah yang memberitahukan kita, sebenarnya ada masalah apa di luar sana. Dan Media pulalah yang akhirnya akan memberikan suatu bentuk pola pikir kita mengenai fenomena yang terjadi saat itu.
Saya menulis ini bukan berarti saya tidak suka menonton berita, membaca koran ataupun mendengarkan radio. saya menulis ini semua karena ini adalah suatu bentuk analisis dari pikiran pesimis saya saja.
ok sekarang mari kita gali bersama-sama, taukah teman-teman semua, jika ada suatu fenomena besar, maka hampir semua media massa membahas masalah yang sama. Sekilas kita akan berfikir, mungkin ini adalah suatu keharusan Media Massa. Karena jika teman-teman membaca buku mengenai menjadi penulis yang baik, maka isu yang diangkat haruslah isu yang sedang terjadi dan besar. namun apakah teman-teman sadar, bahwa tulisan tiap tajuk utama setiap koran, memiliki inti yang sama walaupun gaya penyampaian mereka berbeda satu sama lainnya? Pada mulanya saya juga belum menyadarinya, tetapi bukankah aneh jika mereka membahas suatu isu dan penjelasan mereka samaaaa semua….
dan kebimbangan saya seakan terbalas ketika saya berdiskusi dengan teman saya yang berasal dari fakultas komunikasi. kawan saya berkata, bahwa media massa itu akan selalu dibawah pengendalian pemerintah pusat/daerah. dan pemerintah berhak menentukan berita apa saja yang akan di tulis, dan berita apa yang harus menjadi headline utama dari koran tersebut.
ada satu lagi kebimbangan dalam diri saya mengenai media massa.
saya masih ingat ketika ada demonstrasi mengenai kasus terbunuhnya warga jatinangor di tangan mahasiswa Institute Pemerintahan Dalam Negri (IPDN) jatinangor. Saat itu Koordinator aksi saya dimintai komentar oleh SCTV (kalau tidak salah). Dan saat itu yang dikeluarkan dari kawan saya itu benar-benar rasional dan masuk diakal, dan itu merupakan hasil dari rapat kawan-kawan seperjuangan. tapi apa yang terjadi, saat ada pemberitaan mengenai kasus Demonstrasi ini, yang ditayangkan hanyalah mengenai opini masyarakat yang emosi semata, dan yang diliput adalah orang yang berorasi (komunitas tukang Ojek jatinangor), yang berkata kotor, yang seharusnya tidakditampilkan di media massa….
oh media massa….. ada apa yang sebenarnya terjadi padamu…
Dan dari sini saya berasumsi bahwa media massa tidak ingin menampilkan suatu kebenaran yang sebenarnya ingin diketahui masyarakat. melainkan untuk mencari popularitas semata. Kalau kata orang:”yah…. namanya juga perusahaan, pastinya harus untung dong…!”. dan saya rasa tanggapan ini sangatlah tepat. mengapa,,,, karena jika stasiun mereka laku ditonton/dibaca/didengar oleh masyarakat dari apa yang mereka angkat, maka dari sini sebuah kerajaan versi baru (Multinasional Corporation/MNC) masuk dan menginfiltrasi….. dan juga merupakan suatu keuntungan negara bila ada media massa, karena media massa menjadi suatu bentuk kontrol opini masyarakat dari pemerintah.
hebat ya….
dan kemarin saya baru membuat tuga komunikasi internasional. dan tema yang saya angkat adalah “Ketimpangan Arus Informasi”. dan ternyata dari apa yang saya analisis adalah sangat luar biasa terkejutnya saya.. kita sadari atau tidak, berita internasional yang kita dapatkan saat ini adalah bersumber dari barat (CNN, NBC, dll). Mungkin ini adalah salah satu jawaban kenapa media jika membahas isu internasional selalu membahas isu dan fenomena yang sama.
dan masih dalam zona asumsi saya, saya berpendapat bahwa ‘berita panas’ yang mereka sajikan merupakan suatu peralihan perhatian dari isu apa yang sebenarnya sangat vital. memang ini sangat dibutuhkan dalam memelihara kestabilan negara. tapi kenapa harus terus menerus dibohongi. dan masih suatu bentuk pertanyaan besar. apakah kebebasan pers ini telah ada, ataukah masih dalam bentuk permainan kelas elit semata…????
dalam buku penyambung lidah rakyat, cindy adams, tentang wawancara dengan bpk revolusi besar kita Ir. Soekarno, beliau ketika bertemu dengan presiden Amerika Serikat, Kennedy, Soekarno berkata kenapa ia selalu dijelek-jelekkan oleh media asing barat? dan Kenendy pun menjawab, bahwa ia sendiri juga selalu dijelek-jelekan (oleh paparazi). dan soekarno berkata bagaimana negaramu bisa tenang jika rakyatmu sendiri tidak mencintaimu.
nah dari dialog diatas terlihat bahwa kebebasan pers juga dapat mengancam negara, makanya di Amerika banyak sekali intelijen negara, dan masing-masing memiliki rahasianya.
mungkin dari pemaparan singkat saya ini dapat memberikan suatu gambaran pada benak kawan-kawan sekalian yang saya cintai, agar selalu berhati-hati dan selalu curiga akan segala berita yang dikeluarkan media massa. dan jangan selalu terjebak dengan opini yang mereka keluarkan. kita pada dasarnya adalah manusia bebas, dan kita juga boleh mengeluarkan opini kita. tidak harus sama dengan opini publik. siapa tahu bahwa opini publik itu salah dan ternyata kebenaran ada dalam opini kawan-kawan semua.
BEBASKAN DIRIMU KAWAN……