Guratan Tinta Elektronik Seorang Pemuda

19 01 2010

Seorang pemuda yang setiap pagi selalu memulai rutinitasnya dengan membakar sepuntung rokok yang di sisakannya sebelum tidur, ditemani kopi dingin yang belum habis ditenggaknya tadi malam. Setiap harinya pemuda ini memulai harinya dengan pikiran pesimisnya sebelum memulai aktivitasnya di pagi itu. Pertanyaan akan keberadaan dirinya (eksistensialisme), siapakah diri nya dan untuk apa dirinya ada, merupakan pertanyaan yang selalu di tanyakannya kepada dirinya seketika ia bangun. Tak memikirkan akan apa yang akan dia lakukan pada hari itu. dan orang-orang pun pastinya mencap dirinya sebagai pemuda dengan masa depan yang suram, tak memiliki masa depan dengan agenda pastinya.

Pemuda itu berjalan menuju surau untuk melaksanakan ibadahnya. dan menunggu pagi untuk berangkat ke kampusnya demi menimba ilmu. Menapaki jalan setapak yang membelah persawahan dan sungai menuju tempat yang ia hendak tuju. menatap tingginya gunung dan birunya langit sembari bertanya: “kelak aku jadi apa????”. lantas dengan wajah murung ia menundukkan kembali wajahnya menatap tanah yang akan ia injak. Merasa dirinya seperti tanah tersebut, , merasakan dirinya yang selalu terinjak-injak oleh takdir yang ia sendiri tidak mengerti apa itu takdir. Walau nyatanya ia rajin ke surau dan mengikuti pengajian untuk menerima doktrin2 sistematis itu, yang tak mampu menjawab segala pertanyaan-pertanyaan kafir itu. Sehingga diam adalah salah satu cara agar tidak terdepak dari lingkungan agamisnya.

Hari berganti hari pertanyaan yang membebaninya semakin banyak. mulai dari keberadaan dirinya, mengenai  Tuhan, mengenai alam, mengenai kebenaran yang sebenarnya, mengenai sejati dirinya, mengenai segala macam asal muasal dan mengenai kesendiriannya. Pertanyaan-pertanyaan yang enggan ia ajukan ke sembarang orang, ia tak mudah percaya dengan orang-orang di sekitarnya. Dunia telah membuat pemuda ini selalu berfikir pesimis. Tak ada yang pasti, dalam benaknya “Hanya ada kesendirian yang abadi”. Kita yang terlahir sendiri, memberi makan untuk diri kita sendiri, mati sendiri dan dikubur sendiri, dan jika hari akhir itu benar adanya, maka kita berhadapan dengan malaikat, sendiri.

Bait demi bait syair kepedihan di goreskan dalam hatinya yang yang tak bertepi di tengah keterbatasannya.  Kata demi kata yang ia tahan berubah menjadi Luka yang dalam. Tak lagi ia pedulikan norma-norma yang simpang siur di hadapannya. Wanita dan Pria tak lagi berbeda. Berubah seketika menjadi sama saja. Baik dan buruk sama saja, tak ada artinya. membuatnya percaya bahwa oposisi biner adalah buatan untuk mengendalikan masyarakat yang pastinya adalah liar seperti binatang. menatap tumbuhan, hewan dan manusia sama adanya, atas dasar mereka hidup, dan akan melakukan apa saja untuk hidup.

Tabir gundah gulana ia jawab sendiri sesuka hatinya. tak lagi ada tanya ketika ia menjawab sendiri bahwa semua itu sama saja.

Namun telah disadarinya bahwa jika semua ini sama saja, lantas untuk apa hidup. bermula dari pemikirannya akan takdir, ia menerima bahwa segala sesuatu yang dilakukannya adalah atas kehendak Tuhan melalui garis takdir yang telah ditentukannya. Namun apa istimewanya manusia jika takdir itu membelenggunya. Dan tiap nafas pemuda ini telah menjawab kebenaran bahwa takdir itu adalah kita sendiri yang menentukan. dan Tuhan lah yang kemudian memutuskan. orang miskin akan tetap miskin jika menyerahkan diri sepenuhnya pada takdir dan tidak berusaha. orang akan mati jika menanti takdir memberinya makan sehari-hari dengan harapan rejeki menghampirinya tanpa mencari. dan ini semua pikiran bodoh ini benar-benar salah adanya.

“jika kita ingin berubah, maka kita harus memulainya dari diri kita sendiri”

Kemudian pemuda ini menjawab kegundahan hatinya mengenai keberadaan dirinya di alam ini dengan beribu badai pengalaman yang menerpanya. Bahwa darah dan dagingnya ini diciptakan bukanlah untuk dirinya sendiri. Tapi darag dan dagingnya seharusnya ia abdikan untuk melayani orang lain. atas dasar kesedihan dirinya menyaksikan ketidak adilan yang ada pada orang-orang yang lemah yang secara tak sadar mereka telah di tindas habis-habisan. Maka pemuda ini lebih menghargai hidupnya jika ia mampu berguna bagi orang lain. Dan ia berusaha menjadi manusia yang lebih baik dari manusia-manusia lainnya agar kelak mampu mengayomi alam beserta isinya dengan mengabdikan dirinya menjadi pelayan.

Kesendiriannya ingin ia abdikan kepada alam, dengan harapan kepedihan kesendirian tersebut akan sirna. namun tak disangka datanglah pasangan hidupnya. Disanalah ia benar-benar belajar mengenai apa itu cinta. yang kemudian berubah menjadi asmara. Timbul kegelisahannya bahwa segala kata cintanya terhadap sesama tidak sebesar cintanya kepada wanita tersebut. karena terlalu luar biasa adanya. maka ia pertanyakan kembali cintanya kepada alam beserta isinya, yang ternyata tidak seluar biasa yang ia rasakan pada wanita yang mencintainya. Dan ternyata memang itulah ia sadari bahwa dirinya adalah manusia biasa yang kelak menjadi luar biasa dengan sentuhan cinta.

Pemuda ini melepas batas-batas pikirannya dan hatinya, membuka jendela-jendela yang selama ini menggelapkannya, menatap arah dunia yang lebih cerah, yang kemudian terlihatnya adil di tengah ketidakadilannya, terlihatnya kebenaran yang sebenarnya di tengah kedustaan massal. Dan ia berlutut sembari berdoa dan berterimakasih, Karena perjalanan hidupnya tak akan ia mengerti jika tak pernah bersentuhan dengan “Cinta”. Dan kini ia telah memiliki cita-cita untuk ia tuju berkat sentuhan mistis dari “cinta”. dan luka-luka di hatinya sembuh seketika berkat sentuhan Cinta.

Cinta adalah sesuatu yang bias, tak terdefinisikan, dan tak ada batasnya. yang terkadang membuat kita buta di satu sisi, namun jika berhasil menyadarinya maka akan membuat kita menatap dunia lebih indah atas apa-adanya.





Rutinitas kita…… membosankan?

23 10 2009

setiap pagi, melihat mayat-mayat yang bergerak. bangun pagi, mandi, berdoa, kerja , pulang tidur. dan ini adalah rutinitas sebagian besar para pekerja di seluruh dunia. bekerja demi uang guna melangsungkan hidup, dan telah merelakan dirinya diletakkan di altar pemujaan. berjalan dengan tidak sadar menuju tempat dimana dia kerja. sibuk dengan kerja mereka hampir tidak memiliki waktu untuk berfikir apa yang telah mereka lakukan. pekerjaan seiap hari yang mereka lakukan hanya untuk diri mereka. pemikiran mereka terbelenggu untuk memikirkan yang lainnya dan akhirnya mereka terbelenggu oleh pekerjaan mereka, dari pagi hingga sore. pikiran mereka terbebani oleh tekanan pekerjaan. sehingga hampir tidak ada ruang untuk berfikir secara bebas. yang terlintas di beberapa orang-orang itu pada malam hari adalah, “besok aku harus menyelesaikan laporan, jika tidak karirku akan tamat, dan jika karirku tamat maka aku tidak memiliki uang untuk melangsungkan hidupku…bagaimana anak dan istriku”. itulah yang terlintas dibenak setiap orang yang hidup di dalam dunia kerja yang mereka adalah orang kantoran yang bekerja di koorporasi.

secara tidak langsung mereka rela mengorbankan diri dari hari senin hingga jum’at (bahkan ada yang kerja setiap hari, senin-minggu) demi perusahaan dimana mereka bekerja. di benak mereka terngiang pikiran untuk bekerja dan bekerja. mereka seolah2 diberikan “tanggung jawab” yang hukumnya wajib bagi mereka. sehingga menjadi kewajiban mereka. padahal mereka juga punya hak. tapi anehnya mereka terkadang mengikhlaskan hak mereka… ya mau bagaimana lagi… itu hak mereka. dan mereka nyaman… jadinya ya sudahlah… ikhlas aja… kalo kata orang jawa nerimo….tapi apa mau nrimo terus….????





ketika otak dan otot berbicara

23 10 2009

Hidup……tak akan pernah lepas dari masalah. Karena masalahlah yang membuat kita hidup. dan masalah itu sendiri datang dari diri kita sendiri. seperti ketika kita lapar dan tidak ada makanan, itu masalah bagi kita yang lapar. dan yang kenyang…??? bukan urusan mereka…. kan mereka kenyang…. sehingga  masalah itu sendiri bagaikan anak tangga untuk mencapai ke atas. ibarat kata bagaimana kita berusaha menyelesaikan masalah tersebut.

Dalam kehidupan kita sehari2 ada dua cara menyelesaikan masalah, yaitu menggunakan otak dan menggunakan otot. Ada sebagian orang yang lebih memilih menggunakan “otot”nya… dan ini yang telah saya gunakan dulu. ternyata dengan menggunakan otot hanya menimbulkan masalah yang lainnya dan hanya menciderai diri sendiri juga. karena otot harus menjawab masalah dengan pukulan, al hasil sebagian besar orang yang menggunakan cara ini lebih sering menghasilkan masalah yang baru dan masalah yang lebih runyam. dan biasanya akan berhujung pada perkelahian antar kelompok atau dikenal dengan tawuran, ‘tawuran’ adalah suatu bentuk jawaban terhadap masalah yang banyak orang bilang adalah cara ‘bar-bar’ a la Indonesia. dan kita menganggap kebudayaan telah maju, cara seperti itu tidak digunakan lagi, dan lebih masuk ke pertanyaan-pertanyaan sehingga permasalahan di jawab dengan pikiran. disinilah otak bermain…

otak bermain dengan menggunakan 5w1h atau yang kita kenal dengan pertanyaan What,Who,When,Where,Why dan How. apa masalahnya, pada siapa masalahnya, kapan masalanya, dimana masalahnya, kenapa masalah ini bisa terjadi dan bagaimana caranya untuk menyelesaikannya. penggunaan ini nampak seperti penciptaan brain map pada masalah kita. sudah muthakhir nampaknya otak manusia…

seperti lapar… masalahnya adalah lapar. hari ini saya lapar. jika saya lapar saya tidak ada tenaga untuk bekerja di istana negara sebagai tukang sapu. saya lapar karena tidak ada makanan untuk dimakan. maka saya harus mencari makanan untuk di makan.

jika kita berdialektika pasti akan selalu timbul pertanyaan baru pada segala permasalahan yang ingin kita selesaikan. selalu ada pertanyaan-pertanyaan baru terhadap permasalahan. malah jadinya terkadang masalah kecil menjadi besar…. bahkan sangat besar sekali….

seperti masalah lapar… padahal penyelesaiannya ya tinggal makan saja.. cari di hutan… eh… malah di kaitin masalah2 politik… negara lah…presiden lah.. undang2 lah…. malah perut makin lapar mikir sedemikian rupa… mendingan isi perut dulu sehingga bisa berfikir ke akar masalahnya.

namun ternyata pada sebagian orang, masih ada yang menggunakan pemakaian otak dan otot pada saat yang bersamaan. karena masih dalam transisi. ketika otak menemui jalan buntu maka otot adalah penyelesaiannya. hm…. kadang2 penggunan otot menghasilkan masalah sedangkan penggunaan otak hanya akan memperbesar dan menghasilkan pertanyaan baru yang “mungkin” nanti hanya akan menimbulkan masalah baru, atau mungkin juga akan mengarah pada penyelesaian masalah versi K-1 championship.

penggunaan otak sebenarnya dapat menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan permasalahan yang baru. yaitu dengan dibarengi rasa “sabar dan ikhlas”. mau sebesar apapun masalahnya pastilah akan selesai dengan menggunakan metode sabar dan ikhlas.  namun, sabar dan ikhlas itu bukan berarti engkau adalah pecundang. pecundang yang disebut karena dia sabar dan ikhlas tak lebih berharga dari berlian yang sedang di sepuh.

dewasa ini rasanya sulit sekali melihat orang2 menyelesaikan masalah dengan teknik penggunaan sabar dan ikhlas ini. yang ada mereka hanya akan memikirkan bahwa dirinya lah yang paling benar dan paling terbaik. padahal dengan sabar dan ikhlas ini dapat menyelesaikan segala masalah hingga akar2nya dan tuntas… namun tanpa kelapangan dada, hanya akan menghasilkan pemasalahan baru yang lebih runyam dan rumit bahkan biasanya bermain otot, benda tumpul atau benda tajam lainnya.

Kita sebagai bangsa indonesia (jika kalian merasa) seharusnya sebagian besar memiliki jiwa ini. karena telah terdidik dalam tata krama kita tiap hari. jika tidak bisa ikhlas dan tidak bisa sabar, maka bisa di bilang dia hampir tidak menjadi bangsa indonesia moderen. tapi siapa yang tahu selain diri manusia itu sendiri yang mengetahuinya, orang lain hanya menilai.





Ternyata dunia ini tidak seburuk yang saya bayangkan

5 06 2009

Rabu, 3 juni 2009…. Saya berserta kawan saya pergi ke bandung dengan niatan untuk refleksi… karena saya dipaksa oleh kawan saya (teh anggi), karena akhir-akhir ini saya penyakitan. dari jatinangor jam 7 pagi dengan naik angkot majalaya-gedebage, dan disambung dengan gede bage-stasion hall. dan sekitar jam 8.30, kami pun tiba disana, sebuah klinik pijat refleksi yang sederhana dengan nuansa warna hijau.

Ketika sudah tiba disana, saya baru tersadar kalau Hanphone(telepon genggam/HP) saya tidak ada. Saya yakin bawa HP, karena kalo ga bawa HP saya ga akan kontak kawan saya tersebut. nah, saya akhirnya yakin kalau HP saya telah raib. Ini sudah yang ketiga kalinya saya kelihangan HP saya, ya sudah saya ikhlas saja. Nah, berhubung kawan saya wanita (bukan maksud untuk mengangkat isu gender), saya tahu kalo tahu HP saya hilang pastilah panik. Nah ketika dia hendak pinjam HP, saya bilang kedia bahwa HP saya hilang. Ternyata benar dugaan saya, dia berasa gelisah, padahal saya sudah mengikhlaskan hp saya yang hilang. Saya yakinkan bahwa memang sudah saatnya HP saya hilang. Apa daya saya seorang manusia yang lahir memang tidak punya apa-apa. Kecuali jika ketika saya lahir saya membawa sesuatu dari rahim ibu saya dan hilang, pastilah saya akan panik bukan kepalang. bahkan mungkin bisa saja saya murka dan membuat kerusuhan dimana-mana hingga barang tersebut hilang. Saya tekankan diri saya bahwa HP saya itu sudah berpindah tangan ke orang lain. Dan dalam hati kecil saya, saya doakan orang yang memegan HP saya agar HP tersebut berguna untuk kebaikan buat dia.

Satu-satunya orang yang saya hubungi ketika HP saya hilang adalah kawan dekat saya (dipo) dengan menggunakan HP teh anggi , bukannya memberi tahu orang tua tetapi malah kawan saya. karena saya tahu orang tua akan sangat gelisah dan resah ataupun marah ketika tahu HP saya yang saya beli dengan uang mereka hilang begitu saja.

Jam 2 akhirnya saya mendapatkan giliran untuk refleksi dan kemudian saya dan kawan saya pulang. di perjalanan tiba-tiba dipo menghubungi saya melalui HP teh anggi bahwa hp saya ketemu dan dia diberitahu dari ibunya.

Jadi begini ceritanya, orang tersebut menghubungi ayah saya, dan ayah saya menghubungi ibu saya, spontan ibu saya menghubungi kakak saya (wanita) dan juga menghubungi ibu sahabat karib saya. sahabat saya langsung menghubungi saya melalui nomor yang saya kirim di pesan singkat. dan Kakak saya menghubungi pacarnya (argin) yang sedang kerja untuk mengambil HP saya. dan kemudian argin cabut dari kerjaannya untuk mengambil HP saya di tangan seorang ibu-ibu. dan ibu yang menemukan HP saya tersebut bernama bu edi.

Setiba saya di kosan, kemudian saya menelpon HP saya dengan menggunakan HP kawan kosan saya (eska). namun ternyata yang angkat adalah laki2, dan dia adalah argin. dan malamnya Argin pun mengantarkan HP saya ke kosan saya. dan saya berterimakasih kepada orang2 yang telah terlibat dalam cerita hilang dan kembalinya HP saya.

Pandangan pendek saya hampir mirip dengan pendapat kaum realis kalsik, dimana manusia itu cenderung untuk mementingkan dirinya sendiri dan bertindak apapun agar keinginannya tercapai. maka ketika saya di bandung , saya yakin kalo HP saya dicopet, sekalipun jatuh pastilah tidak akan kembali karena sifat dasar manusia kota yang pasti akan memilih untuk menguangkan HP tersebut, sehingga mendapatkan uang tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ditengah makin naiknya harga-harga barang.

Ternyata bu edi ini bukanlah termasuk orang2 yang saya maksud tersebut. dan hal ini meyakinkan saya bahwa masih ada kebaikan di atas bumi yang penuh dengan kebencian ini.





Perihal Landasan Konstitusi kita.

22 05 2009

Ada suatu fenomena yang sangat lucu menurut saya pada apa yang terjadi di negara ini…. saat ini adalah masanya Pemilihan Umum… dari partai-partainya saja, hanya sekian partai yang saya anggap cerdas…. tapi dalam tulisan ini bukan partainya yang ingin saya bahas. Melainkan sesuatu yang lebih mendasar lagi.Konstitusi kita diubah….

Banyak dari kita, akademisi, politisi, aparatur negara, bahkan orang-orang dalam partai politik, menyampaikan visi mereka, bahwa Undang-Undang Dasar 1945 adalah sesuatu yang amat sangat sakral untuk kemajuan negara ini. ditambah lagi adanya sistem ekonomi kerakyatan dengan adanya sistem koprasi dan ditegaskan lagi pada UUD45 pasal 33 . Saat ini banyak sekali partai2 politik yang menuliskan asas partai mereka berasaskan UUD45 dan dengan suara lantang mereka akan selalu mendukung ekonomi kerakyatan…

Mungkin dahulu ketika kita masih duduk di bangku sekolah kita selalu mendengar pasal 33 yaitu:

Ayat1: Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan

Ayat2: Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara

Ayat3: Bumi air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Hell yeah….!!! it’s the right constitution.. but it was….!!! pada masa soekarno dulu mungkin sistem perekonomiannya mengikuti dan sesuai dengan alur pasal 33 UUD 45 ini. memang betul pasal ini sangat berbau sosialis. Dan saya menganggap pasal ini jika dijalankan oleh orang yang jujur dan tepat, maka pastilah negri ini akan sangat makmur. Setelah Soekarno turun pada tahun 1966 dan digantikan oleh Soeharto, saya berani bilang banyak penghianatan pada pasal ini. Pada dokumentasi yang diajukan oleh John Pilger pada “The New Ruler’s of The World” disebutkan bahwa beberapa minggu setelah soeharto naik, pemerintahan soeharto langsung membuka pasar untuk para investor asing… namun soeharto tidak mengganti UUD45…

Mungkin teman2 masih ingat, ketika tahun 1950, soekarno mengganti UUD45 menjadi UUD 50, maka Indonesia bergejolak…. dan soeharto ketika menjadi presiden, beliau tidak mengganti UUD45. dia biarkan apa adanya karena dia tahu apa yang akan terjadi bila di ganti. Karena itu adalah landasan konstitusional sebuah bangsa… dan pada masa pasca pemerintahan Soeharto, para pemimpin bangsa ini maunya mereka bermain bersih, tapi sudah terlanjur kotor kena lumpur orde baru. Mereka tidak bisa semena2 mengembalikan jalur ekonomi bangsa ini, karena terikat sistem kontrak, dan kalo dilanggar bisa-bisa negara kita di tuntut ke mahkamah internasional… jadi pikiran para elit politik saat ini telah berevolusi, mereka membiarkan UUD tetap ada embel-embel “45″nya.. namun isinya diganti… atau yang kita kenal dengan UUD45 yang diamandemen…

Pasal 33 pun berubah menjadi:
“perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional”.

dan kemudian dilanjutkan:
“Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang2″

yah…kalo dilihat ketentuan lebih lanjut ini berarti memberikan peluang untuk pengeksploitasian oleh perusahaan2 asing lebih lanjut….. coba teman2 cermati… setelah diamandemen tidak ada gejolak yang masif dari penduduk indonesia. pertanyaannya, Mengapa? karena generasi kita telah memiliki roman tersendiri ketika mendengar UUD45… apalagi ada angka sakral bagi bangsa ini, yaitu “45″.  jadi kalo isinya diubah, tapi judulnya sama… ya ga masalah…

Bisa dibilang pemerintahan kita saat ini bermain dengan semiotika. Kita akan diam ketika mendengar UUD45, coba diganti jadi UUD2000 pasti langsung pada ga setuju. Karena kita terlalu nasionalis dengan huruf dan angka. Jika UUD 45 sudah diganti pastilah jadinya para orang penting di Indonesia akan saling memangsa. Hanya untuk keuntungan pribadi.

Oiya, untuk tambahan, Kita sudah bukan lagi Demokrasi Pancasila, tapi Demokrasi Neoliberal.





“KIASAN SEBUAH GUA” DARI PLATO

25 10 2008

Plato (427-347 B.C.) adalah salah satu filsuf terkemuka dari zaman yunani kuno. Plato memformulakan filosofinya menjelang semangat meningkatkan aktifitas intelektual pada zaman yunani kuno. Plato menjadikan gurunya yaitu Socrates (470?-399 B.C.) sebagai teladannya. Plato menggunakan Socrates sebagai sifat karakter utama dalam banyak kerjanya. Dalam The Republic, Plato mengatakan bahwa kiasan yang sangat berguna dalam menggambarkan kesulitan dan ganjaran dari kritik-kritik analisis filosofi. Kiasan tersebut adalah kiasan tentang sebuah gua. Kiasan tentang gua, sebenarnyatidak membicarakan gua secara keseluruhan tentang gua tersebut, tetapi dengan menggenggam pertanyaan yang kita butuhkan untuk memahami dalam tujuan mengetahui tentang dunia. Ini alasan, mengapa kiasan sangat berguna dalam membandingkan teori-teori politik. Karena teori politik adalah sejarah pencarian dalam memberi penerangan tentang dunia dalam pertanyaan politik yang bersifat nomatif. Dalam sebuah kiasan, Socrates berpendapat bahwa kita harus membayangkan diri kita sendiri hidup di dalam gua bawah tanah. Sebagai penduduk dalam gua bawah tanah tersebut, kita secara tidak sadar pada aspek yang paling pokok, yaitu lingkungan yang kita tinggali tersebut. Sebagai contoh, kita tidak tahu bahwa kita benar-benar berada di dalam gua, karena kita berasumsi bahwa sekitar kita merupakan seluruh jagat raya. Kita tidak tahu apapun mengenai level permukaan tanah diatas kita, langit, matahari, karena kita secara otomatis percaya bahwa semua hal yang kita lihat adalah nyata. Pada pandangan kita didalam gua tersebut, Socrates menjelaskan, sangatlah terbatas. Gua tersebut sangat suram sekali dan dalam memahami suatu gambar dan suatu bentuk sangatlah sulit. Bagaimanapun juga kita tinggal didalam gua tersebut, kita tidak merasa bahwa didalam gua tersebut gelap dan pandangan kita kabur. Bagi kita yang tinggal di gua tersebut hal itu normal.

Segala sesuatu yang terjadi di dalam gua tersebut kita tidak tahu-menahu. Kita terbelenggu sehingga kita hanya dapat melihat lurus kedepan saja. Hampir tidak pernah melihat kebelakang, kita tidak pernah tahu walaupun itu mungkin, dan kita tidak menyadari bahwa kita terbelenggu. Dibelakang kita ada tiga benda penting, yaitu: tuangan nyala api pada dinding gua, jalan setapak yang menuntun kita keluar dari gua tesebut, dan sekelompok orang bergerak yaitu bayangan pada dinding gua. Kita hanya melihat bayangan di depan kita dan tidak mendapat petunjuk secara pasti bahwa bayangan tersebut tercipta dari benda-benda yang bergerak. Dan apabila seorang individu keluar dari gua yang gelap ke daratan dia akan merasa ketakutan karena adanya cahaya dari sinar matahari yang sangat besar sekali bagi individu yang tinggal di dalam gua tersebut. Lalu kemudian secara berangsur segala sesuatu mulai berubah.matanya menyesuaikan, tidak hanya matahari yang dilihatnya tetapi juga daratan, langit dan dunia. Individu tersebut mulai sadar bahwa ada seluruh jagat raya diluar gua yang ia tinggali tersebut. Gua bukanlah dunia, hidup didalam kebelengguan sangatlah tidak bebas, hanya melihat bayangan yang bergerak sepanjang jalan di gua, bukanlah pengetahuan yang sebenarnya. Lantas, mana yang benar…??? apakah kita berhasil keluar dari satu goa, lantas masuk ke goa lainnya???





Mengapa saya menolak HAM (Hak Asasi Manusia)?

26 07 2008

Sekian lama manusia telah hidup di atas bumi ini…bahkan ‘katanya’ tuhan telah menciptakan segala sesuatunya untuk manusia. alangkah mulianya manusia… alam dan seisinya diciptakan untuk manusia.

namun semakin lama manusia tinggal di dunia (bumi) semakin banyak pula kerusakan yang telah diperbuatnya. dunia yang seharusnya menjadi indah bagi seluruh makhluk yang akan menghuninya, namun sekarang malah semua lahan untuk mereka huni dan mereka diami dirusak oleh manusia itu sendiri. hewan-hewan dan tumbuhan yang seharusnya hidup secara bebas di dunia ini malah dieksploitasi oleh manusia.

semua itu dilakukan karena untuk mensejahterakan manusia. manusia akan melakukan apapun yang mereka inginkan untuk memenuhi segala kebutuhannya. maka merekapun mengklaim bahwa manusia itu adalah penguasa alam semesta (bodoh banget gak tuh). pokoknya manusia harus bisa berkembangbiak…! (kata ahli biologi). dan pokoknya manusia harus paling maju. pokoknya manusia harus paling pintar. dan lama kelamaan semua itu akan berubah menjadi:

  • pokoknya aku harus paling pintar
  • pokoknya aku harus menjadi kaya
  • pokoknya aku gak mau hidup susah
  • pokoknya aku ga mau di kucilkan

dan dari semua keegoisan itu. maka manusiapun berusaha semaksimal mereka untuk mendominasi planet ini untuk mereka. bahkan kita lihat sendiri untuk memenuhi ambisi mereka, manusia tidak segan-segan untuk menyikut manusia yang lainnya.

akhirnya hasil yang paling mutahir yang dibuat oleh manusia dan digunakan secara berabad-abad adalah Hak Asasi Manusia (HAM). Mari kita analisis HAM bersama.

Kita lihat memang ham itu adalah sangat baik untuk kelangsungan hidup manusia. kita tahu ada HAM yang berupa “HAK UNTUK HIDUP”, yang bisa diinterprestasikan sangat banyak. manusia melakukan segala sesuatunya untuk mereka saja.

coba kita lihat, dalam pembangunan pabrik misalnya saja. Pabrik itu dibuat berdasarkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. namun pembangunan pabrik-pabrik itu dilakukan diatas lahan-lahan sawah, perkebunan, hutan-hutan. Memang betul dengan adanya pabrik-pabrik tersebut maka angka pengangguran dapat ditekan. penduduk sekitar ‘kata mereka’ dapat lebih makmur. dan pendapatan perkapita masyarakat di suatu negara dapat bertambah. Wah bukankah itu sungguh mulia.

Selanjutnya dita lihat dari sisi “alam” yang selalu setia menampung kita sebagai manusia. ternyata alam telah rusak dengan bahan-bahan yang seharusnya tidak dikeluarkan  dari dalam bumi. kita liat alam ini… kita renungkan, apa yang kita pakai, apa yang kita gunakan, apa yang telah kita lakukan untuk diri kita sendiri. ternyata sebagian besar telah kita rusak. kebutuhan kita untuk hidup telah merusak alam, atau mungkin merusak tatanan yang ada. bahkan yang seharusnya kita jaga, malah kita lalai. dan akhirnya manusia merusak diri mereka sendiri.

kita lihat sawah-sawah yang telah disulap menjadi pabrik2 dan perumahan. lahan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia, yaitu makanan, saat ini sudah semakin menyempit. dan terbukti sekarang terjadi krisis pangan dimana-mana… terimakasih WTO, bukankah kau menganjurkan masyarakat industri, dan akhirnya limbahnya merusak ekosistem. dan bisnis properti telah membunuh lahan makanan hanya untuk keuntungan semata. mungkin karena kita berfikir ketika kita untung mendapatkan uang, maka semuanya akan beres…. lantas bagaimana yang sedikit uangnya.. mereka tidak makan… bagaimana hak mereka untuk makan…?????

itulah… tidak ada kata adil dan sejahtera, ketika kita masih memegang ham.. mungkin karena produk dari barat, sedangkan kita orang 2 timur. sebelumnya saya minta maaf… bukankan ham itu haram ham itu kan daging babi, berpenyakit. kenapa kita tidak memilih HAS, yang mana itu adalah daging sapi (di supermarket ada kok…).

dan

HAS adalah HAK ADIL SEJAHTERA

jika Allah SWT mengijinkan, ketika aku mengambil S2 dan S3 aku akan membahas mengenai hak adil sejahtera. yang pantas untuk kita bangsa timur





apa itu agama

4 06 2008

agama…. apa itu agama…. sebuah bentuk dari fasis? sesuatu yang tidak pasti? atau sebuah pelarian? atau bahkan sebuah candu? sebenarnya agama adalah sebuah pegangan agar kita tidak salah mengambil langkah. dan tidak pernah melupakan sang pencipta.

namun karena adanya pandangan dari setiap individu dan tidak adanya satu panduan khusus yang mengekang dan kuat, membuat setiap agama itu terpecah2 menjadi aliran. islam saat ini terbagi menjadi 73 aliran, dan kristen 23 aliran. apa yang terjadi jika setiap aliran itu benar? dan setiap aliran itu saling bertabrakan dalam ideologi?

dan konflik pun tak tertelakkan

sangat mudah memecah belah persatuan dengan mengangkat isu agama… karena agama merupakan sebuah hal yang fundamental dan merupakan suatu identitas. yang banyaklah yang benar membuat seseorang semakin kuat dalam memegang agama/kepercayaannya itu.

apakah indonesia ini akan hancur karena isu agama? bagaimana dengan pandangan kalian?





Sebuah kebingungan

30 05 2008

Sebuah prakata yang sangat saya yakini adalah “setiap pertanyaan pasti ada jawaban”. dan bukankah kita diberikan kecerdasan. dan kecerdasan ini menghasilkan pertanyaan dalam benak setiap individu. Maka bukankah selayaknya kita befikir…. dan berfikir itu menghasilkan serangkaian pertanyaan yang menunggu jawaban…. pertanyaan-pertanyaan itu saling berkaitan bagaikan rantai yang terbelenggu. Melihat rantai untuk mencari dimana gemboknya, dan setelah mendapatkan kunci, maka terbukalah.. dan aku percaya sebaiknya kita jangan memilah-milah pertanyaan. Jika bingung maka bertanyalah pada dirimu dan alam serta seisinya. Tak ada pertanyaan yang salah.

Saat ini ada serangkaian pertanyaan yang terlintas dalam pikiranku. namun satu pertanyaan dulu yang akan aku layangkan, mengenai hidup dan kehidupan…

Sungguh aku bimbang dalam kejengahan. Sebenarnya apa tujuan utama dari hidup dan kehidupan. Menjalani sesuatu yang tak kita ketahui yang berasal dari sebuah perjuangan dalam kelahiran. kita berjuang dari jutaan sel sperma, saling berebut untuk tampil di muka dunia. Dan sekitar sembilan bulan berjuang dalam kandungan untuk sempurna sebagai manusia. Dan setelah lahir kita berjuang untuk hidup. saat kita hidup kita berada dalam sebuah, maupun serangkaian kehidupan. namun apakah kita yang memilih kehidupan ataukah kehidupan yang memilih kita?

Ada seseorang yang optimis beranggapan bahwa, “kita harus optimis untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari hari ini”. Dan terlintas dalam benak saya….. Apakah setiap kehidupan itu harus lebih baik… bagaimana dengan orang-orang yang kehidupannya tidak baik? dan dia tidak bertemu anda untuk bertindak lebih baik. setiap hari adalah tidak baik dimata orang-orang yang beranggapan baik dalam kebaikkannya. Maka sebenarnya apakah arti kehidupan.

mungkin sebelum berbicara kehidupan, saya seharusnya menyinggung masalah hidup. untuk apa kita hidup? dalam Al-Quran Nur Qariim mengatakan untuk menjadi “khalifah dimuka bumi”. Sebagian orang yang mengaku ulama berkata untuk menjadi kahlifah dari alam. bukankah aneh….. khalifah itu kan seharusnya hanya ada satu. dan alam ini memiliki Khalifah yang tak terbantahkan yaitu ALLAH S.W.T.!!!! dan kita termasuk dalam sistem alam itu.

Dalam interprestasiku, khalifah disini adalah memimpin diri sendiri. Mengarahkan diri kita sendiri sebagai makhluk ciptaan. menuntun diri menjauhkan dari yang bersifat menyakiti dan berbentuk tidak mencintai diri sendiri. Memimpin diri sendiri berarti “akulah khalifah bagi diriku untuk mendekati sang Pencipta”. Maka bukanlah untuk surga maupun neraka. Bukankah kita sendiri yang menghadirkan surga sewaktu-waktu dan menghadirkan neraka sewaktu-waktu juga.

dan hal itu sudah termasuk ke dalam kehidupan. kehidupan memimpin diri sendiri untuk mendekati sang pencipta. Namun saat ini banyak yang melihat bahwa kehidupan berarti berjuang untuk hidup lebih baik. apakah hidup yang lebih baik dapat mengingat esensi kita, yang katanya untuk menemukan asal muasal semua ini? Sedih rasanya jika untuk menjalani kehidupan kita memilih. Apakah tidak takut memilih jalan yang salah. bukankah lebih baik kita pasrah terhadap kehidupan apa yang datang kepada kita? maka itu tidak akan salah jalan, karena ‘mungkin’ itu hadir dari sang pencipta.

maka kita harus mengindari kehidupan yang salah, begitu kata orang-orang. bagaimana kita tahu bahwa kehidupan yang kita jalani ini benar atau salah? dari sudut pandang diri sendiri, kehidupan dibenarkan antara rasa dan hawa nafsu. benar dan salah tak ada yang punya selain sang pencipta sebagai pemegang kebenaran yang hakiki.

mungkin kita disiapkan kehidupan sebagai sebuah cobaan sejauh mana kita ingin mensucikan diri kita. Jadi kita diberi pilihan untuk memilih kehidupan. dan kehidupan yang datang mungkin adalah sebuah cobaan untuk menguji kita.

Namun apakah kita hidup dalam kehidupan atau kehidupan dalam hidup kita?





Apa ya…? WTO??? Koorporasi??? oh ya… Neoliberal..!!

14 02 2008

N eoliberalisme bukanlah sebuah product yang benar-benar baru, tetapi dia adalah sebuah proses revisi terhadap sistem ekonomi sebelumnya tanpa menghilangkan kerja dasar dari sistem ekonomi sebelumnya yaitu sistem ekonomi liberal, bahkan sistem ekonomi keynesian. Sistem ekonomi liberal nya adam smith, lalu sistem “penyelamat kapitalisme awal” keynesian serta yang teranyar yaitu sistem ekonomi neoliberal adalah sama-sama sebuah sistem yang menempatkan sistem produksi yang menempatkan adanya kaum yang mempunyai modal dan kaum yang hanya bekerja didalam proses produksi.
Neoliberalisme sebagai perwujudan baru paham liberalisme saat ini dapat dikatakan telah menguasai sistem perekonomian dunia. Seperti kita ketahui bersama, paham liberalisme dipelopori oleh ekonom asal Inggris Adam Smith dalam karyanya The Wealth of Nations (1776). Sistem ini sempat menjadi dasar bagi ekonomi negara-negara maju seperti Amerika Serikat dari periode 1800-an hingga masa kejatuhannya pada periode krisis besar (Great Depression) di tahun 1930. Sistem ekonomi yang menekankan pada penghapusan intervensi pemerintah ini mengalami kegagalan untuk mengatasi krisis ekonomi besar-besaran yang terjadi saat itu.
Kebijakan itu ternyata terbukti sukses karena mampu membawa negara selamat dari bencana krisis ekonomi. Inti dari gagasannya menyebutkan tentang penggunaan “full employment” yang dijabarkan sebagai besarnya peranan buruh dalam pengembangan kapitalisme dan pentingnya peran serta pemerintah dan bank sentral dalam menciptakan lapangan kerja. Kebijakan ini mampu menggeser paham liberalisme untuk beberapa saat sampai munculnya kembali krisis kapitalisme yang berakibat semakin berkurangnya tingkat profit dan menguatnya perusahaan-perusahaan transnasional (TNC).
Menguatnya kekuatan modal dan politik perusahaan-perusahaan transnasional (TNC) yang banyak muncul di negara-negara maju makin meningkatkan tekanan untuk mengurangi berbagai bentuk intervensi pemerintah dalam perekonomian karena hal itu akan berpengaruh pada berkurangnya keuntungan yang mereka terima. Melalui kebijakan politik negara-negara maju dan institusi moneter seperti IMF, Bank Dunia dan WTO mereka mampu memaksakan penggunaan kembali paham liberalisme gaya baru atau yang lebih dikenal dengan sebutan paham neo-liberalisme.

Taukah kalian bahwa bangsa ini telah terjajah kembali…!!!??? sebuah era baru dimana penjajahan bukan lagi dilakukan oleh militer. Dahulu, sering kita ketahui bahwa dalam menguasai sumberdaya alam negara lain maka salah satunya jalan untuk menguasainya adalah dengan ekspansi militer. Landasan ekspansi ini biasanya untuk mensejahterakan rakyatnya. Maka jika suatu negara kalah perang maka hasil rampasan perang adalah wilayah beserta sumberdaya alam dan sumber daya manusianya. oleh sebab itu dahulu militer dikembangkan hanya untuk ekspansi atau mempertahankan, yang kata para birokrat adalah untuk pertahanan dan keamanan negara.

penguasaan sumber daya alam sudah tidak lagi dilalui dengan militer. tetapi dengan jalan perjanjian-perjanjian. dengan perjanjian itulah sebuah koorporasi raksasa memiliki kekayaan melebihi kekayaan suatu negara. ya, betul sekarang adalah era penguasaan lewat jalur Ekonomi. dan salah satu tiket emas yang dimiliki oleh koorporasi raksasa itu adalah WTO.

Dalam perdagangan internasional salah satu hambatan utama adalah masalah Tariff. maka diharapkan dengan adanya WTO maka hambatan ini akan dapat diatasi disamping perjanjian Free trade secara bilateral maupun multilateral. dan eksploitasi semakin lama semakin mudah.

tahukah kalian bahwa koorporasi itu sudah seperti kerajaan gaya baru…. mereka memiliki kekuasaan karena mereka banyak uang. yah begitulah, uang sekarang yang main. dan negara sekarang sudah dapat diatur oleh koorporasi itu sendiri. bahkan koorporasipun dapat menggunakan kekerasan dan hipocrisit hanya untuk mencapai tujuannya, yaitu untuk mendapatkan keuntungan.

maka, terimakasih WTO, kau hanya memperbaiki ekonomi secara angka saja. dan angka itu adalah ilusi, dan kau telah berhasil membuat orang-orang di dunia percaya dengan ilusi itu. dan kau sekarang telah memuluskan koorporasi untuk dapat lebih mengeksploitasi.